Sedang bercakap di...
Apa yang aku
cari, ada di depan mataku.
Namun, tidak
ada tangan yang bisa meraihnya.
Kali ini
ujay ga sanggup meraihnya lagi, untuk kesekian kali.
Dia tahu,
Akupun tahu.
Aku
mencintainya.
Benar-benar
mencintainya.
Bahkan raga
ini kenal dengan siapa harusnya bersanding.
Jika bukan
anjingnya babi, ia mrnolak.
Dan selalu
mencari anjingnya kembali.
Namun, tidak
terhitung kali keberapanya ini.
Sepertinya
aku harus belajar dan mencerna kalimat
“Harapan
aku, kamu dapat yang terbaik yaa”
- //Air mata mengucur deras sembari jari bersentuhan
dengan keyboard.
